Minggu, 13 Oktober 2013

TUGAS B.Indonesia 2 #

Diposting oleh aiisyah maulida di Minggu, Oktober 13, 2013 0 komentar
Penalaran Deduktif


Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasar pada suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan dasar tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut.

Contoh klasik dari penalaran deduktif, yang diberikan oleh Aristoteles, antara lain :
» Semua manusia fana (pasti akan mati). (premis mayor)
» Sokrates adalah manusia. (premis minor)
» Sokrates pasti (akan) mati. (kesimpulan)

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Macam-Macam Deduktif, antara lain :
·         Silogisme Kategorial
            Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
 Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
 Premis umum : Premis Mayor (My)
 Premis khusus  remis Minor (Mn)
 Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
 Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
 Contoh silogisme Kategorial:
» My : Semua murid SMA akan menghadapi UTS.
 Mn : Dudu adalah murid SMA.
 K : Dudu akan menghadapi UTS.
» My : Tidak ada manusia yang kekal.
 Mn : Socrates adalah manusia.
 K : Socrates tidak kekal.
» My : Semua tentara memiliki senjata.
 Mn : Amir tidak memiliki senjata.
 K : Amir bukan tentara.

·         Silogisme Hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
 Konditional hipotesis yaitu, bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
 Contoh :
» My : Jika dosen tidak datang, mahasiswa tidak dapat belajar.
 Mn : Dosen tidak datang.
 K : Jadi, mahasiswa tidak dapat belajar.
» My : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati.
 Mn : Makhluk hidup itu mati.
 K : Makhluk hidup itu tidak mendapat udara.

·         Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
 Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

 Contoh :
» My :  Susi sedang berlatih tari tradisional atau tari modern
 Mn : Susi sedang berlatih tari tradisional.
 K : Jadi, Nenek Sumi tidak berlatih tari modern.

·         Silogisme Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh:
» Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
» Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.

TULISAN B.Indonesia 2 #

Diposting oleh aiisyah maulida di Minggu, Oktober 13, 2013 0 komentar
Resensi Novel Manusia Setengah Salmon


 Judul           : Manusia Setengah Salmon
 Penulis        : Raditya Dika
 Penerbit      : Gagas Media
 Tebal           : 264 halaman
 Tahun Terbit : 2011

     
Setiap orang akan mengalami yang namanya perpindahan dalam hidupnya. Baik disadari atau pun tidak, setiap orang akan mengalami sebuah proses yang namanya ‘pindah’ dalam perjalanan hidupnya. Manusia Setengah Salmon adalah buku ke enam dari penulis novel komedi nomor satu di negeri ini, yaitu Raditya Dika. Di dalam buku terbarunya ini Raditya Dika menyuguhkan 18 bab yang menceritakan makna sebuah kata ‘pindah’. Pindah rumah, pindah pekerjaan, pindah status dan bahkan pindah hati.
            Dengan gaya bahasa yang kocak, Raditya Dika mengajak para pembaca untuk mengintip berbagai macam perpindahan dalam hidup ini yang mampu membuat pembaca tertawa sekaligus merenungi perpindahan yang telah terjadi tanpa disadari.

“Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. kita hidup di antaranya.” (hal. 254)

            Selain bercerita tentang esensi kata ‘pindah’ di kehidupan yang dijalani, di dalam Manusia Setengah Salmon, Raditya Dika juga menyelipkan pesan tentang kasih sayang ibu yang tidak pernah luntur di dalam bab Kasih Ibu Sepanjang Belanda. Di dalam bab ini, Raditya Dika baru menyadari perhatian dan cinta yang diberikan oleh ibunya (yang menurut Raditya Dika cukup mengganggu dan over protective).
Namun walau begitu Raditya Dika tetap menyelipkan humor dalam buku ini,seperti contoh dalam bab Pesan Moral Dari Sepiring Makanan, Bakar Saja Keteknya dan Jomblonology akan benar-benar mengocok perut para pembaca. Selain tulisannya yang “berbau” bijak dan humor, Raditya Dika  juga menyuguhkan tulisan beraliran galau. Seperti contoh dalam tulisannya Sepotong Hati di Dalam Kardus Coklat, Penggalauan, Mencari Rumah Sempurna, Manusia Setengah Salmon benar-benar membuat para pembaca tenggelam dalam kegalauan hati yang sempurna.

§  Kelebihan dari novel ini adalah gaya bahasa yang mudah dimengerti dan kata-katanya yang tidak ambigu sehingga memudahkan para pembaca dalam memahami maksud dari novel tersebut. Novel Manusia Setengah Salmon juga mampu mengocok perut pembaca dengan gaya komedi khas Raditya Dika, namun juga mampu menimbulkan efek galau saat membaca.

§  Kekurangan dari novel ini adalah gagal menghadirkan komedi yang lucu atau pun menyampaikan pesan moral pada beberapa babnya, sehingga menjadi cenderung garing saat dibaca.

 
 

created by aisyah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea